Thaharah

Fikih

Pakaian dan Tas dari Kulit

Banyak orang yang kadang merasa ragu apakah produk kulit yang ada di pasaran, baik itu tas, sepatu, atau pakaian, termasuk suci atau tidak? Apakah boleh dipakai shalat atau tidak? Kita bisa mengklasifikasikan jenis kulit dan hukumnya sebagai berikut: Kulit hewan yang bisa dimakan dan disembelih atau diburu secara syar’i hukumnya suci menurut kesepakatan ulama.Kulit hewan yang tidak disembelih secara syar’i, jika tidak disamak hukumnya najis menurut hampir seluruh ulama, kecuali pendapat yang diriwayatkan dari Azzuhry. Apa yang dimaksud dengan samak?…

Read More »
Fikih

Wadah (Makan/Minum) Nonmuslim

Banyak dari kalangan muslim yang menghadapi dilema mengenai hukum memakai wadah nonmuslim, baik di rumah maupun di restoran. Ada dua kondisi daripada wadah nonmuslim; wadah baru dan wadah yang sudah dipakai. Jika ia masih baru maka tak ada masalah. Yang akan dibicarakan pada topik ini adalah wadah yang sudah dipakai, yang mana kondisinya tak terlepas dari tiga hal: Pertama: Jika dia yakin bahwa wadah itu terkena najis, misalnya karena dia melihat sendiri dipakai memasak babi, atau dipakai minum khamar. Pada…

Read More »
Fikih

Urinoar

Urinoar lazim dijumpai di toilet umum baik di negeri nonmuslim maupun di beberapa negeri muslim. Urinoar sendiri adalah tempat buang air kecil dengan berdiri yang biasanya dipasang berderet bersampingan di dinding. Apa hukum buang air kecil di tempat seperti ini? Untuk menjawab soalan di atas, kita harus terlebih dahulu menjawab soalan berikut. Apa hukum buang air kecil dengan berdiri?Apakah harus menjauh dari pandangan orang lain ketika buang air?Jika memakai urinoar, apakah aurat bisa terlihat?Apakah aman dari percikan air kecil? Hukum…

Read More »
Fikih

Hukum Pakaian Nonmuslim

Tak ada perbedaan di kalangan ulama tentang kesucian dan bolehnya memakai pakaian yang diproduksi nonmuslim karena pakaian Rasulullah dan pakaian para sahabat adalah buatan nonmuslim. Begitu pula dengan hukum pakaian milik nonmuslim yang masih baru dan belum dipakai. Adapun yang dimaksud dalam pembahasan ini adalah pakain milik nonmuslim yang sudah dipakai; apakah hukumnya najis atau suci? Pakaian bekas nonmuslim mengikut kondisi berikut: Apabila dicuci setelah pemakaiannya, maka kesuciannya tidak diragukan. Apabila sudah digunakan tapi belum dicuci, maka: Apabila tidak bersentuhan…

Read More »
Fikih

Hukum Tubuh Orang Kafir

Menurut pendapat mayoritas ulama, hukum badan orang kafir adalah suci, begitu pula juga dengan air liur, keringat, dan air sisa minumnya. Hal tersebut berlaku baik bagi yang tergolong sebagai Ahli Kitab maupun bukan. Dasar dari hukum tersebut dapat dilihat dari dalil-dalil yang terdapat dalam Al-Quran dan Sunnah. Syariat membolehkan seorang muslim untuk menikahi wanita dari golongan Ahli Kitab. Sebagaimana yang diketahui, bahwa dalam hidup berumah tangga, seseorang tidak dapat terhindarkan dari saling sentuh dengan pasangan, terkena keringat pasangan, juga tidak…

Read More »
Fikih

Hukum Mengusap Sepatu

Pada konteks ini, terdapat dua jenis sepatu, yaitu: sepatu yang menutupi bagian kaki yang wajib dibasuh saat berwudhu, dan sepatu yang tidak menutupi bagian tersebut. Untuk jenis sepatu pertama yang menutupi mata kaki bahkan hingga betis, maka hukum mengusapnya disamakan dengan hukum mengusap khuf saat berwudhu. Seluruh syarat mengusap khuf yang ditetapkan syariat harus dipenuhi (dijelaskan di bawah pada bagian “Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan“). Sementara untuk jenis sepatu kedua, yang mana mata kaki dan bagian atas kaki penggunanya terlihat, maka…

Read More »
Fikih

Bercebok dengan Kertas-kertas Tisu

Banyak orang mengalami kesulitan ketika di toilet tidak tersedia air yang dapat digunakan untuk bercebok dan membersihkan najis karena situasi ini berbeda dengan kebiasaan mereka bercebok dengan air sehabis buang hajat. Sementara itu, sebagian orang menduga bahwa kertas-kertas tisu saja tidak cukup untuk membersihkan najis. Apakah ini benar? Sang Pemilik Syariat (Allah) telah mewajibkan kita untuk mensucikan tempat keluarnya najis dari kemaluan atau anus dengan segala sesuatu yang mampu menghilangkan najis. Berdasarkan konsensus Ulama (ijma’), dalam mensucikannya itu tidak harus…

Read More »
Fikih

Berislam, Belajar dan Berkarya di Negeri Sakura

Ahad, 21 Oktober 2018 M (12 Safar 1440 H), Aula SRIT, Balai Indonesia Tokyo Materi Sesi I Fikih Praktis Seputar Kehidupan di Jepang Narasumber: Ustadz Jailani Abdul Salam, Lc., MA. (Imam Masjid Hiroo & Dewan Syariah KMII Jepang) Keadaan yang normal bisa dianggap sebagai tidak normal karena kekurangtahuan kita atau tidak menjadi kebiasaan kita. Sebab, Allah SWT telah menurunkan syariat ini sesuai dengan kebutuhan manusia dimana pun ia berada. Fikih makanan (al-ath’imah) Sebagai orang beriman, kita harus tunduk kepada ketentuan…

Read More »
Fikih

Apakah Seorang Perantau itu Berstatus Musafir?

Beberapa keringanan untuk musafir Allah telah menetapkan hukum-hukum yang khusus berhubungan dengan perjalanan, sebagai bentuk keluasan dari-Nya dan keringanan untuk hamba-hamba-Nya, untuk menghilangkan kesempitan dan keberatan yang dialami musafir pada umumnya. Di antara hukum-hukum tersebut adalah: Mengusap kedua sepatu selama tiga hari tiga malam. Dianjurkan melakukan qasar salat Zuhur, Asar, dan Isya dengan melaksanakan salat-salat itu dengan dua rakaat saja apabila tidak sedang barmakmum kepada seseorang yang melakukan salat dengan empat rakaat. Boleh menggabung (jamak) salat antara Zuhur dengan Asar,…

Read More »
Fikih

Najis Anjing

Kotoran anjing Kotoran anjing berupa air kencing dan tinja merupakan benda najis menurut pendapat seluruh Ulama. An Nawawi dalam buku Al Majmu’ (2/524) menyatakan, “Al Baihaqi berkata, ’Kaum muslimin telah bersepakat mengenai najisnya air kencing anjing, demikian pula air kencing dan tinja semua jenis binatang yang tidak halal dimakan dagingnya.’” Air liur anjing Air liur anjing najis menurut pendapat mayoritas Ulama. Pendapat ini berdasarkan banyak dalil yang menunjukkan wajibnya mencuci wadah yang dijilat anjing dan wajibnya menumpahkan isi wadah yang…

Read More »
Close
Close