forkitajp

Publikasi

Tabligh Akbar Online: Bukan Sekedar Tinggal

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ “Bukan Sekedar Tinggal” 皆様はお元気でしょか? Semoga bapak ibu,saudara/i yang berada di Jepang semuanya selalu Allah rahmati dan Allah ridhai disetiap langkahnya.. Bicara tentang tinggal di Jepang, teman2 semua datang dari berbagai macam profesi pastinya. Ada profesional worker, mahasiswa, dan trainee/kenshuusei. Qodarullah, alhamdulillah kita bisa berada di negara minoritas muslim tapi sangat nyaman ditinggali oleh kita semua sebagai seorang muslim. Apakah kita menyadari bahwa Allah Subhanahu Wata’ala mengirim kita ke negeri sakura ini bukan hanya untuk belajar…

Read More »
Fikih

Pakaian Perempuan di Hadapan Laki-laki Asing

Allah SWT sangat memuliakan perempuan dan memberikan aturan untuk menjaga dirinya dan untuk kemaslahatan agama dan kemaslahatan dunianya. Di antara aturan tersebut adalah aturan tentang cara berpakaian di hadapan perempuan, mahram, dan laki-laki asing. Hijab perempuan Perempuan wajib berhijab di hadapan laki-laki asing yaitu nonmahram. Mahram perempuan adalah suami, dan seluruh laki-laki yang tidak boleh menikahinya secara permanen, seperti bapak, saudara, anak, paman, dll. Batas hijab Perempuan wajib menutupi bagian tubuhnya yang diperintahkan oleh Allah untuk ditutupi untuk menjaga dirinya…

Read More »
Fikih

Pakaian Wanita Muslimah di Hadapan Wanita Nonmuslim

Wanita nonmuslim boleh melihat ziinah (perhiasan, riasan, pakaian) wanita muslimah dan begitu juga sebaliknya, namun ulama berbeda pendapat dalam batasan ziinah yang dimaksud (di sini bukan tempat membahasnya) Adapun kata “nisaaihinna (wanita-wanita mereka)” pada firman Allah: وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَى جُيُوبِهِنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا لِبُعُولَتِهِنَّ أَوْ آبَائِهِنَّ أَوْ آبَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ أَبْنَائِهِنَّ أَوْ أَبْنَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي أَخَوَاتِهِنَّ أَوْ نِسَائِهِنَّ أَوْ…

Read More »
Fikih

Menyerupai Pakaian Lawan Jenis

Ibnu Abbas meriwayatkan: لَعَنَ رسولُ اللهِ صلّى اللهُ عليهِ وسلَّمَ المتشبِّهينَ من الرجالِ بالنساءِ والمتشبِّهاتِ من النساءِ بالرجالِ “Rasulullah melaknat laki-laki yang menyerupai perempuan dan perempuan yang menyerupai laki-laki.” (Bukhary: 5546) Dalam riwayat lain: لعن رسول الله صلى الله عليه وسلم الرجلة من النساء “Rasulullah melaknat perempuan yang menyerupai laki-laki. (Abu Dawud: 4099) Pada lain riwayat: لَعَنَ رسولُ اللهِ ﷺ الْمُخَنَّثِينَ من الرجالِ والْمُتَرَجِّلاتِ من النساءِ “Rasulullah melaknat laki-laki meniru perempuan dan perempuan meniru laki-laki,” (Bukhary 5547), yaitu perempuan-perempuan yang…

Read More »
Fikih

Bukan Sutra dan Emas

Diharamkan bagi laki-laki memakai sutra dan emas seperti diriwayatkan Albara’ bin ‘Azib: …ونَهانا عَنْ: آنِيَةِ الفِضَّةِ، وخاتَمِ الذَّهَبِ، والحَرِيرِ، والدِّيباجِ، والقَسِّيِّ، والإِسْتَبْرَق “…dan beliau (Rasulullah) melarang kami menggunakan wadah perak, cincin emas, sutra halus, sutra berwarna, sutra campuran dan sutra kasar.” (Bukhary 2139) Juga perkataan Rasulullah tentang emas dan sutra: إن هذين حرام على ذكور أمتي حل لإناثهم “Kedua hal ini (emas dan sutra) diharamkan kepada ummatku yang laki-laki dan dihalalkan bagi wanita.” (Abu Dawud 4057) Sutra ada dua jenis…

Read More »
Fikih

Tidak Isbal

Isbal adalah mengulurkan sesuatu dari atas ke bawah. Yang dimaksud isbal dalam berpakaian adalah memanjangkan atau mengulurkan pakaian melebihi dua mata kaki bagi laki-laki. Isbal dalam berpakaian ada tiga macam: Memanjangkan pakaian disertai perasaan angkuh dan sombong dalam hati. Ini termasuk dosa besar menurut kesepakatan ulama. Rasulullah bersabda: مَن جَرَّ ثَوْبَهُ خُيَلاءَ لَمْ يَنْظُرِ اللَّهُ إلَيْهِ يَومَ القِيامَةِ “Barang siapa memanjangkan pakaian dengan rasa angkuh maka Allah SWT tidak akan melihat kepadanya di hari kiamat.” (HR.Bukhary 3465) Memanjangkan pakaian tanpa…

Read More »
Fikih

Tidak Menyerupai Nonmuslim

Telah disebutkan bahwa di antara adab berpakaian adalah tidak menyalahi kebiasaan lokal, dan bahwasanya boleh memakai model pakaian lokal selama tak bertentangan dengan kaedah berpakaian dalam Islam. Dalilnya adalah bahwa ketika Rasulullah menyepakati perjanjian jizyah dengan kaum Nasrani Najran, mereka selalu mengirim 2000 potong pakaian setiap tahun (Sunan Abi Dawud 3041). Rasulullah dan para sahabat memakai pakaian tersebut padahal itu adalah model pakaian yang biasa mereka (Nasrani Najran) pakai, namun pakaian tersebut bukan pakaian keagamaan ataupun simbol ibadah. Almughirah bin…

Read More »
Fikih

Tidak Terdapat Gambar

Terdapat dua pendapat ulama tentang hukum memakai pakaian bergambar. Perbedaan ini disebabkan perbedaan pandangan apakah memakai pakaian bergambar mengandung makna merendahkan seperti gambar yang dibolehkan yang terdapat pada bantal atau karpet, atau kah termasuk gambar yang dipajang atau digantung dan mengandung makna memuliakan seperti gambar yang terdapat pada kain gorden yang dilarang oleh Rasulullah. Pendapat pertama yaitu pendapat jumhur, mereka berpendapat bahwa memakai pakaian bergambar hukumnya makruh, karena mengandung arti merendahkan dan bukan memuliakan. Ia disamakan dengan perlakuan gambar yang…

Read More »
Fikih

Tidak Berlebihan dan Tidak Sombong

Dalam berpakaian, dianjurkan untuk bersikap sederhana, tidak berlebihan dan tidak sombong, juga tidak buruk dan tidak dekil. Kesederhanaan dan sikap pertengahan dianjurkan dalam segala urusan, termasuk dalam berpakaian. Allah berfirman: يَا بَنِي آدَمَ خُذُوا زِينَتَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلَا تُسْرِفُوا إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ “Wahai anak cucu Adam! Pakailah pakaianmu yang bagus setiap masuk mesjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan, sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.” (QS. Al-A’raf: 31) Dari Abdullah bin Amru bin Ash, bahwasanya…

Read More »
Fikih

Menutup Aurat

Seorang muslim wajib menutup aurat. Aurat laki-laki yang disepakati ulama adalah qubul dan dubur, atau antara lutut dan pusar menurut pendapat yang lebih berhati-hati. Apakah paha termasuk aurat? Menurut pendapat yang masyhur dari imam empat, paha termasuk aurat. Tapi mereka berbeda pendapat apakah lutut dan pusar termasuk aurat atau bukan. Dalilnya: عن جرهد الأسلمي أنَّ النَّبيَّ ﷺ مرَّ بِهِ وَهوَ كاشِفٌ عَن فخِذِهِ فقالَ النَّبيُّ ﷺ غطِّ فخذَكَ فإنَّها منَ العورةِ Dari Jarhad bin Abdillah bahwa Rasulullah melihat dia membuka…

Read More »
Close
Close