Sekapur Sirih

Sekapur Sirih

Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.

[QS Al-‘Ashr (103): 1-3]

Forum Kajian Islam Tokyo dan Sekitarnya (FORKITA) berangkat dari kebutuhan untuk bekerja sama lebih erat dalam beramal saleh khususnya di daerah Kanto, guna memberikan sumbangsih bagi masyarakat baik masyarakat Indonesia di Jepang maupun masyarakat Jepang sebagai tuan rumah. Ide awal tercetus dari Dauroh Tsukuba III yang diadakan pada akhir Desember 2010.


Salah satu aktivitas pertama yang dilakukan Forkita dalam mewujudkan ini adalah mengadakan pengajian rutin setiap pekan pertama dan ketiga tiap bulannya yang bernama Kimochi. Pengajian yang pertama kali diadakan pada hari Ahad tanggal 16 Januari 2011 tersebut, ditargetkan sebagai sarana untuk bertemu muka dalam keakraban ukhuwah islamiyah, serta tak lupa tentunya juga ada peningkatan keilmuan sebagai acara utama. Tentu saja dengan tidak mengabaikan salah satu ciri masyarakat Indonesia saat bertemu muka yaitu ketersediaan makanan.


Dalam perjalanannya, saat Jepang mengalami Bencana Dahsyat Jepang Timur Laut 2011, Forkita bersama mitra-mitra seperti PKPU, KMII dan lainnya menjadi koordinator dalam mengumpulkan dana, memberikan bantuan, serta takidashi (dapur umum) di daerah bencana. Para pegiat Forkita merasa dulu pernah banyak mendapat bantuan dari masyarakat Jepang saat Indonesia mengalami Gempa Besar Aceh 2004. Karena itu sebagai bentuk ongaeshi (balas budi) Forkita selama sekitar enam bulan menyalurkan takidashi, dengan dukungan penuh masyarakat Indonesia dan Jepang berupa dana dan tenaga.


Ke depan, selain melanjutkan kegiatan-kegiatan rutin seperti Dauroh Akhir Tahun di Tsukuba, banyak hal yang ingin dilakukan Forkita, terutama dalam menggalang peran serta seluruh unsur masyarakat demi membangun masyarakat yang berperadaban, seperti pesan dalam Surah Al-‘Ashr.∎