Fikih

Fikih

Membayar Zakat Fitrah dengan Uang

Ulama berbeda pendapat mengenai hukum membayar zakat fitrah dengan uang kepada dua pendapat utama: Jumhur ulama dari kalangan Mazhab Maliki, Syafi’i, dan Hambali berpendapat zakat fitrah wajib dibayarkan dengan makanan pokok setempat, tidak sah dibayarkan dengan harganya. Dalil mereka: Karena seperti itu disebutkan dalam sunnah. Zakat fitrah adalah ibadah dan hukum ibadah harus berpatokan kepada teks. Dan juga pada masa Rasulullah beredar mata uang emas dan perak, tetapi tak ada nash yang menyebutkan zakat fitrah dibayarkan dengan mata uang. Imam…

Read More »
Fikih

Apakah Zakat Bisa Diberikan kepada Nonmuslim

Memberikan zakat kepada nonmuslim tak terlepas dari dua kondisi: Karena fakir dan miskin. Jumhur ulama sepanjang masa berpendapat bahwa tak boleh memberikan zakat kepada fakir dan miskin nonmuslim. Ibnul Mundzir mengatakan bahwa pendapat tersebut merupakan ijma ulama, beliau berkata, “Ulama sepakat bahwa tidak sah membayarkan zakat harta kepada dzimmy (nonmuslim yang hidup dibawah kekuasaan dan perlindungan pemerintah Islam)” (Lih. Al Majmu 6/228).Tetapi sebenarnya terdapat segelintir yang menyelisihi pendapat ini, seperti pendapat yang diriwayatkan dari Ibnu Sirin dan Zufar.Dalil larangannya adalah…

Read More »
Fikih

Menerima Rekomendasi untuk Tidak Berpuasa dari Dokter Nonmuslim

Ulama sepakat menerima rekomendasi dokter muslim profesional dan terpercaya untuk hal-hal berkaitan dengan ibadah, seperti untuk tidak puasa Ramadhan, untuk tidak menggunakan air, dsb. Tapi mereka berbeda pendapat jika dokternya nonmuslim, apakah perkataannya diterima atau tidak? Yang rajih adalah bahwa perkataannya diterima jika ia terpercaya. Ini adalah pendapat Mazhab Maliki, salah satu riwayat dari Mazhab Hambali, dan dipilih oleh Ibnu Taimiyah dan muridnya Ibnul Qayyim. Dalilnya adalah: Pada peristiwa hijrah, Imam Bukhary meriwayatkan dari Aisyah RA, beliau berkata bahwa, “Rasulullah…

Read More »
Fikih

Puasa di Waktu Siang yang Panjang Sekali

Di beberapa negara pada waktu musim panas waktu siang kadang memanjang sampai dua puluh jam atau lebih. Bagaimana hukum puasa jika Ramadhan bertepatan dengan waktu seperti itu, sementara hal itu sangat menyulitkan? Jika siang dan malam masih bisa dibedakan sekali dalam 24 jam, di mana matahari terbit dan terbenam setiap hari, maka seorang muslim wajib melaksanakan puasa walaupun siangnya panjang sekali. Ini adalah pendapat yang rajih, dalilnya adalah: Firman Allah SWT, “… dan makan dan minumlah hingga terbit fajar, kemudian…

Read More »
Fikih

Perbedaan Awal Ramadhan

Di negeri nonmuslim, setiap tahun terjadi perbedaan di antara kaum muslimin mengenai waktu awal Ramadhan dan hari Ied. Mereka terbelah sesuai afiliasi mereka masing-masing kepada organisasi, yayasan Islam, masjid, dan negara. Pelajar di rantau merujuk kemana mengenai awal Ramadhan? Jika seorang muslim tinggal di negeri nonmuslim maka ia merujuk kepada Islamic center, yayasan, dan organisasi Islam, tanpa mempermasalahkan cara menetapkan permulaaan bulan, baik dengan ru’yah (melihat hilal) ataupun hisab (perhitungan ilmu falak), karena setiap muslim dituntut untuk selalu bersatu dan…

Read More »
Fikih

Meninggalkan Shalat Jumat karena pekerjaan

Waktu kerja kadang bentrok dengan waktu Shalat Jumat di kebanyakan negeri nonmuslim, sementara aturan kerja atau kondisi pekerjaan tak memungkinkan untuk mendapatkan izin Shalat Jumat di masjid, bagaimana hukumnya? Shalat Jumat wajib bagi: Laki-laki, tidak wajib bagi perempuan. Mukallaf, tidak wajib bagi orang gila dan anak yang belum baligh. Menetap permanen, tidak wajib bagi musafir dan penduduk nomaden. Muslim yang diwajibkan Shalat Jumat tak boleh meninggalkannya tanpa alasan syar’i. Ada beberapa hadits yang berisi ancaman dan kecaman terhadap orang yang…

Read More »
Fikih

Khutbah Bukan dengan Bahasa Arab

Ulama sepakat berpendapat disunnahkan khutbah dengan menggunakan Bahasa Arab, tapi mereka berbeda pendapat apakah hal tersebut menjadi syarat ke dalam tiga pendapat: Disyaratkan khutbah dengan Bahasa Arab, dan tidak sah dengan bahasa lain walaupun jamaah tak faham Bahasa Arab. Ini adalah pendapat Maliki, pendapat yang lebih kuat di Mazhab Syafi’i dan pendapat yang masyhur dari Mazhab Hambali. Tak sah khutbah dengan selain Bahasa Arab kecuali diperlukan. Ini merupakan salah satu pendapat di Mazhab Syafi’i dan Hambali. Disunnahkan dengan Bahasa Arab…

Read More »
Fikih

Jarak Wajib Shalat Jumat

Seorang muslim yang tinggal di negeri minoritas muslim kadang tak mendapatkan masjid yang jaraknya dekat untuk Shalat Jumat, berapa jarak tempuh maksimal wajib Jumat, dan berapa jarak tak wajib? Masalah ini tak terlepas dari dua kondisi: Siapa yang tinggal dalam satu daerah (kota atau kampung) yang terdapat Shalat Jumat maka ia wajib Jumatan, masjidnya dekat maupun jauh, menurut pendapat para ulama.Dalilnya adalah, di masa Rasulullah SAW penduduk ‘Awaaly (kampung sebelah timur dan tenggara Madinah) dan penduduk lain sekitar Madinah ikut…

Read More »
Fikih

Bermakmum kepada Pelaku Bid’ah

Imam shalat yang tertuduh pelaku bid’ah beragam kondisinya: Tak dikenal berpendapat bid’ah tapi tak diketahui memegang erat sunnah.Ulama sepakat membolehkan bermakmum kepadanya. Banyak orang salah dalam masalah ini karena tak mau shalat bersama seorang imam shalat sebelum mengetahui aqidahnya, atau mengatakan bahwa imam yang berasal dari negeri tertentu pasti ahli bid’ah. Hal ini menyalahi ajaran generasi salaf dan ulamanya.Ibnu Taimiyah berkata, “Ajaran dasar ahlussunnah waljamaah adalah bahwa mereka Shalat Jumat, Shalat Ied dan shalat berjamaah, dan mereka tidak meninggalkannya seperti…

Read More »
Fikih

Menjamak Shalat karena Cuaca Dingin

Hukum syariat yang berhubungan dengan shalat saat cuaca sangat dingin Beberapa hal yang disyariatkan saat cuaca sangat dingin yang menyulitkan: Meninggalkan shalat jamaah di masjid. Dibolehkan bagi seorang yang menghadapi cuaca sangat dingin untuk shalat di rumahnya dan tidak shalat jamaah di masjid jika perjalanan ke masjid menyulitkan. Dalilnya adalah riwayat Nafi, dia berkata, “Ibnu Umar Azan pada suatu malam yang dingin di daerah Dhajnan dan menambahkan pada adzannya ‘Shalluu fii Rihaalikum (shalatlah di rumah/tempat masing-masing),’ lalu mengatakan kepada kami…

Read More »
Close
Close