Puasa

Fikih

Menerima Rekomendasi untuk Tidak Berpuasa dari Dokter Nonmuslim

Ulama sepakat menerima rekomendasi dokter muslim profesional dan terpercaya untuk hal-hal berkaitan dengan ibadah, seperti untuk tidak puasa Ramadhan, untuk tidak menggunakan air, dsb. Tapi mereka berbeda pendapat jika dokternya nonmuslim, apakah perkataannya diterima atau tidak? Yang rajih adalah bahwa perkataannya diterima jika ia terpercaya. Ini adalah pendapat Mazhab Maliki, salah satu riwayat dari Mazhab Hambali, dan dipilih oleh Ibnu Taimiyah dan muridnya Ibnul Qayyim. Dalilnya adalah: Pada peristiwa hijrah, Imam Bukhary meriwayatkan dari Aisyah RA, beliau berkata bahwa, “Rasulullah…

Read More »
Fikih

Puasa di Waktu Siang yang Panjang Sekali

Di beberapa negara pada waktu musim panas waktu siang kadang memanjang sampai dua puluh jam atau lebih. Bagaimana hukum puasa jika Ramadhan bertepatan dengan waktu seperti itu, sementara hal itu sangat menyulitkan? Jika siang dan malam masih bisa dibedakan sekali dalam 24 jam, di mana matahari terbit dan terbenam setiap hari, maka seorang muslim wajib melaksanakan puasa walaupun siangnya panjang sekali. Ini adalah pendapat yang rajih, dalilnya adalah: Firman Allah SWT, “… dan makan dan minumlah hingga terbit fajar, kemudian…

Read More »
Fikih

Perbedaan Awal Ramadhan

Di negeri nonmuslim, setiap tahun terjadi perbedaan di antara kaum muslimin mengenai waktu awal Ramadhan dan hari Ied. Mereka terbelah sesuai afiliasi mereka masing-masing kepada organisasi, yayasan Islam, masjid, dan negara. Pelajar di rantau merujuk kemana mengenai awal Ramadhan? Jika seorang muslim tinggal di negeri nonmuslim maka ia merujuk kepada Islamic center, yayasan, dan organisasi Islam, tanpa mempermasalahkan cara menetapkan permulaaan bulan, baik dengan ru’yah (melihat hilal) ataupun hisab (perhitungan ilmu falak), karena setiap muslim dituntut untuk selalu bersatu dan…

Read More »
Fikih

Apakah Pelajar di Rantau Termasuk Musafir?

Beberapa keringanan bagi musafir Allah SWT mengatur hukum khusus safar untuk memberi kelonggaran dan kemudahan bagi hamba-Nya dan untuk menghilangkan kesempitan dan kesulitan yang biasa dihadapi oleh seorang musafir. Di antara ketentuan hukum-Nya adalah: Mengusap khuf (sebagai ganti mencuci kaki dalam wudhu) tiga hari tiga malam. Anjuran mengqasar shalat yang berakaat empat kalau tidak shalat bersama imam yang menyempurnakan shalat. Boleh menjamak Shalat Zhuhur dan Ashar serta Maghrib dan Isya. Dan jika dalam kondisi bergerak dan berpindah dari satu tempat…

Read More »
Fikih

Fikih Puasa (2): Syarat dan Rukun Puasa

Rukun Puasa Rukun dalam ibadah adalah segala perkara yang jika ditinggalkan maka ibadahnya tidak sah. Rukun-rukun puasa ada tiga, yaitu: Niat, yaitu keinginan yang kuat untuk berpuasa karena semata-mata ingin melakukan perintah Allah ﷻ. Beberapa ketentuan dalam niat puasa: Waktu niat untuk puasa wajib adalah pada malam sebelumnya hingga sebelum fajar. Beberapa ulama membolehkan satu niat di awal bulan Ramadhan untuk berpuasa sebulan penuh, sebagian lagi menganjurkan untuk berniat puasa di setiap malam sebelum berpuasa. Waktu niat untuk puasa sunnah…

Read More »
Fikih

Fikih Puasa (1): Pengertian, Hukum, dan Ketentuan Puasa

Definisi dan Waktu Diwajibkannya Puasa Puasa (shiyam) secara bahasa bermakna menahan. Sedangkan secara syariat, puasa adalah menahan diri dengan niat beribadah kepada Allahﷻ dari makan, minum, berhubungan suami-istri, dan hal-hal lain yang dapat membatalkan puasa dimulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Allah ﷻ mewajibkan puasa kepada umat Nabi Muhammad ﷺ sebagaimana juga telah diwajibkan kepada umat-umat sebelumnya, sebagaimana disebutkan dalam Al-Quran surat Al-Baqarah ayat 183. “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu…

Read More »
Fikih

Apakah Seorang Perantau itu Berstatus Musafir?

Beberapa keringanan untuk musafir Allah telah menetapkan hukum-hukum yang khusus berhubungan dengan perjalanan, sebagai bentuk keluasan dari-Nya dan keringanan untuk hamba-hamba-Nya, untuk menghilangkan kesempitan dan keberatan yang dialami musafir pada umumnya. Di antara hukum-hukum tersebut adalah: Mengusap kedua sepatu selama tiga hari tiga malam. Dianjurkan melakukan qasar salat Zuhur, Asar, dan Isya dengan melaksanakan salat-salat itu dengan dua rakaat saja apabila tidak sedang barmakmum kepada seseorang yang melakukan salat dengan empat rakaat. Boleh menggabung (jamak) salat antara Zuhur dengan Asar,…

Read More »
Fikih

Berpuasa di Bulan Sya’ban

Pertanyaan Penanya: Amila Seperti apa puasa Rasulullah SAW di bulan Sya’ban?   Jawaban Narasumber: Ustadz Jailani Abdul Salam, Lc., M.A. Rasulullah SAW diriwayatkan berpuasa Sya’ban sebulan penuh dan di riwayat lain hampir sebulan penuh, sebagaimana bisa difahami dari hadits sahih yang diriwayatkan oleh Aisyah RA: عن عائشة رضي الله عنها قالت: “ما رأيت رسول الله صلى الله عليه وسلم استكمل صيام شهر قط إلا رمضان، وما رأيته في شهر أكثر صياماً منه في شعبان” زاد البخاري في رواية: “كان يصوم…

Read More »