AqidahKajian Islam Kimochi

Tentang Malaikat

天使について

Ketika membuka majelis, termasuk saat menerangkan tentang Islam kepada orang Jepang, sebaiknya dimulai dengan mengucapkan basmalah, hamdalah dan shalawat, sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Kalimat-kalimat tersebut disampaikan bersama artinya (dalam Bahasa Jepang), dengan disertai penjelasan yang lebih mendalam jika memungkinkan.

Empat hal yang bisa disampaikan terkait malaikat; (1) ciri-ciri fisik, (2) jumlah, (3) ciri-ciri lainnya, (4) peran (tugas).

Ciri-ciri fisik malaikat

  • Terbuat dari cahaya.
  • Bisa berpindah tempat dalam waktu yang relatif singkat. Contoh: bagaimana Malaikat Jibril turun untuk menyampaikan wahyu.
  • Bisa muncul dalam bentuk manusia. Contoh: malaikat beberapa kali turun dalam bentuk manusia di hadapan Rasulullah SAW, juga ketika menemui Maryam (QS Maryam (19): 16-19).

Jumlah malaikat

  • Jumlah sesungguhnya malaikat tidak diketahui.
  • Menurut sebuah hadits, setiap hari terdapat 70 ribu malaikat yang melakukan tawaf dan tidak kembali lagi hingga hari kiamat. Hal ini terjadi sejak alam semesta diciptakan. Posisi tempat tawaf ini persis di atas ka’bah.

Ciri-ciri lain malaikat

  • Tidak memiliki jenis kelamin (QS Ash-Shaffat (37): 149-151).
  • Tidak lahir, tidak melahirkan dan tidak mati (dalam artian tidak mati seperti manusia, melalui alam barzah, dibangkitkan, melalui pengadilan, dsb).
  • Tidak makan, tidak minum dan tidak mengeluarkan kotoran (QS Az-Zariyat (51): 24-28).
  • Tidak memiliki nafsu dan emosi. Selalu taat kepada Allah SWT tanpa merasa lelah dan tidak pernah bermaksiat (QS Al-Anbiya’ (21): 20).
  • Taat sepenuhnya kepada Allah SWT (QS Ali Imran (3): 18, Al-Anbiya’ (21): 27).
  • Bertolak belakang dengan manusia (QS Al-Baqarah (2): 30-34): senantiasa bertasbih (sementara manusia tidak), dst.

Peran malaikat

  • Penghulu para malaikat (Jibril)
  • Mencatat perbuatan (Raqib dan Atid)
  • Mengecek keimanan kita di alam kubur (Munkar dan Nakir): Siapa Rabmu? Apa agamamu? Siapa rasulmu?
Artikel ini merupakan rangkuman Kajian Islam Kimochi edisi 135, sesi Serial Bahasa Jepang untuk Dakwah, yang disampaikan oleh Aksanul Fardhi pada Ahad, 2 September 2018 M (21 Dzulhijjah 1439 H) di Masjid Indonesia Tokyo.
Slide presentasi sesi ini dapat diakses melalui tautan berikut.

Rekaman Kajian Islam Kimochi #135

> Sesi 1 oleh Aksanul Fardhi
> Sesi 2 oleh Ustadz Jailani Abdul Salam, Lc., M.A.

Kajian Islam Kimochi #135

Posted by Forkita Jepang on Saturday, September 1, 2018


Kontributor: Abdul Aziz

Tags

Related Articles

Close
Close