Umrah

Fikih

Fikih Haji & Umrah (4): Ziarah ke Masjid Nabawi dan Tempat-tempat Utama di Madinah

Keutamaan Madinah dan Penduduknya Madinah Al-Munawwarah adalah haram, yaitu kota/tempat yang disucikan oleh Rasulullah SAW, sebagaimana Makkah yang disucikan oleh Nabi Ibrahim AS. Selain itu, Madinah juga menjadi tempat hijrah Beliau SAW dan tempat turunnya wahyu (selain Makkah dan di luar Makkah-Madinah). Di dalam sebuah hadits disebutkan bahwa Madinah merupakan wilayah haram, yakni antara dua perbatasan di Madinah (‘Air dan Tsaur). Barang siapa yang berbuat sesuatu yang mengada-ada dalam syariat Islam atau memberikan tempat bagi ahli bid’ah, maka ia akan…

Read More »
Fikih

Kriteria Alas Kaki Saat Berihram

Pertanyaan Apakah kriteria an-na’l (alas kaki) yang diperbolehkan untuk dipakai ketika sedang berihram? (Anonim)   Jawaban Narasumber: Ustadz Jailani Abdul Salam, Lc., M.A. Salah satu aturan ketika berihram adalah menggunakan alas kaki (bagi laki-laki) dengan syarat-syarat tertentu. Dalam Bahasa Arab, istilah untuk alas kaki bisa disebut khuf, hidza’, dan na’l. Yang dipakai saat ihram secara umum adalah na’l. Khuf merupakan sepatu yang menutupi mata kaki, dan hidza’ merupakan sepatu yang tidak menutupi mata kaki. Sementara pada na’l (sendal), banyak bagian…

Read More »
Fikih

Hukum Kurban bagi Jamaah Haji

Pertanyaan Apakah perbedaan antara hadyu dan kurban? Apakah jamaah yang berhaji wajib untuk berkurban? Dan apakah hukum kurban bagi yang tidak berhaji sama dengan yang sedang berhaji? (Anonim)   Jawaban Narasumber: Ustadz Jailani Abdul Salam, Lc., M.A. Terdapat perbedaan pendapat ulama terkait kurban, ada yang berpendapat wajib dan ada yang berpendapat sunnah. Menurut Imam Hanafi, kurban tidak diwajibkan maupun disunnahkan bagi orang yang sedang berhaji karena ia bukan orang yang mukim, kecuali penduduk Makkah yang sedang berhaji. Menurut Madzhab Maliki,…

Read More »
Fikih

Fikih Haji & Umrah (3): Wukuf, Ihshar, Thawaf Wada’

Rukun Haji dan Umrah 4: Wukuf di Arafah Rukun haji sama sekali tidak dapat ditinggalkan selama jamaah haji tersebut masih hidup. Jika ditinggal, maka hajinya tidak sah. Bahkan mereka yang sekarat pun, harus hadir di Arafah saat wukuf (safari Arafah). Sementara jika wajib haji tidak dilaksanakan, maka ia harus membayar dam/denda, baik berupa memotong hewan, berpuasa, atau memberikan makan. Wajib-wajib Wukuf di Arafah Datang atau hadir di Arafah pada tanggal 9 Zulhijjah setelah zawal (masuknya waktu zhuhur) hingga masuk waktu…

Read More »
Fikih

Fikih Haji & Umrah (2): Thawaf & Sa’i

Rukun Haji dan Umrah 1: Ihram (Lanjutan) Larangan-larangan Ihram Memakai penutup kepala. Adapun memakai payung, berlindung di bawah pohon, atau mengangkat barang di atas kepala, maka hal tersebut dibolehkan. Memotong dan memendekkan rambut, baik rambut sendiri maupun rambut orang lain yang sedang ihram. Sedangkan memotong rambut orang lain saat tahallul, meskipun dirinya masih dalam keadaan ihram, maka dibolehkan. Memotong kuku. Menyentuh atau memakai parfum. Memakai pakaian berjahit, sebagaimana sudah dijelaskan pada pertemuan sebelumnya. Kafarat bagi yang melanggar larangan nomor 1-5…

Read More »
Fikih

Fikih Haji & Umrah (1): Ihram

Hukum dan Hikmah Haji dan Umrah Haji adalah bagian dari rukun Islam. Dalam sebuah hadits haji disebut sebagai rukun Islam yang kelima dan pada hadits lain disebut sebagai rukun yang keempat. Allah mewajibkan seluruh umat yang beriman untuk berhaji bagi yang memiliki kemampuan, sebagaimana tercantum dalam QS. Ali Imran: 97. “Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim; barangsiapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia; mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan…

Read More »
Close
Close