Safar

Fikih

Hukum Mengusap Sepatu

Pada konteks ini, terdapat dua jenis sepatu, yaitu: sepatu yang menutupi bagian kaki yang wajib dibasuh saat berwudhu, dan sepatu yang tidak menutupi bagian tersebut. Untuk jenis sepatu pertama yang menutupi mata kaki bahkan hingga betis, maka hukum mengusapnya disamakan dengan hukum mengusap khuf saat berwudhu. Seluruh syarat mengusap khuf yang ditetapkan syariat harus dipenuhi (dijelaskan di bawah pada bagian “Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan“). Sementara untuk jenis sepatu kedua, yang mana mata kaki dan bagian atas kaki penggunanya terlihat, maka…

Read More »
Fikih

Apakah Pelajar di Rantau Termasuk Musafir?

Beberapa keringanan bagi musafir Allah SWT mengatur hukum khusus safar untuk memberi kelonggaran dan kemudahan bagi hamba-Nya dan untuk menghilangkan kesempitan dan kesulitan yang biasa dihadapi oleh seorang musafir. Di antara ketentuan hukum-Nya adalah: Mengusap khuf (sebagai ganti mencuci kaki dalam wudhu) tiga hari tiga malam. Anjuran mengqasar shalat yang berakaat empat kalau tidak shalat bersama imam yang menyempurnakan shalat. Boleh menjamak Shalat Zhuhur dan Ashar serta Maghrib dan Isya. Dan jika dalam kondisi bergerak dan berpindah dari satu tempat…

Read More »
Fikih

Apakah Seorang Perantau itu Berstatus Musafir?

Beberapa keringanan untuk musafir Allah telah menetapkan hukum-hukum yang khusus berhubungan dengan perjalanan, sebagai bentuk keluasan dari-Nya dan keringanan untuk hamba-hamba-Nya, untuk menghilangkan kesempitan dan keberatan yang dialami musafir pada umumnya. Di antara hukum-hukum tersebut adalah: Mengusap kedua sepatu selama tiga hari tiga malam. Dianjurkan melakukan qasar salat Zuhur, Asar, dan Isya dengan melaksanakan salat-salat itu dengan dua rakaat saja apabila tidak sedang barmakmum kepada seseorang yang melakukan salat dengan empat rakaat. Boleh menggabung (jamak) salat antara Zuhur dengan Asar,…

Read More »
Close
Close